Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

Aku, Kamu dan Sebait Puisi

Sebait puisi kutujukan untukmu  Meski tahu tak akan pernah tersampaikan padamu Aku Aku hanyalah manusia kerdil tak tahu diri Aku adalah kumpulan ego yang tak mau sendiri  Dan aku adalah raga yang tak mau pisah dari nadimu Kamu Kamu adalah rindu yang kutemukan di ruang lebar tak berbentuk bernama ekspektasi  Kamu adalah diksi bermakna paling unik yang pernah kutemui  Dan kamu adalah bait-bait malam yang dibalut penuh rindu    Aku dan kamu Sebuah buku dengan halaman terpisah Sebuah angan belaka tanpa sebuah kisah Aku dan kamu adalah dua manusia berbeda dengan perasaan yang tak pernah sama   Selamanya Aku dan kamu tak akan pernah menemukan kata kita  Hatiku jatuh padamu Namun hatimu tak jatuh padaku    

Bulir Air yang Berkelana

Bulir air yang berkelana Bulir air itu kembali berkelana Berawal dari pertanyaan rumit di kepala Kemudian tak kuat menahan rasa perihnya Akhirnya memilih keluar menyusuri tepi kelopak mata Mengitari ruas pipi Merangkak di sela-sela rambut Lalu jatuh meresap di atas sarung bantal usang   Semua  tak mau kalah mencari peran Malam mengajukan diri menjadi saksi Langit kamar merekam bukti Gelap kamar lamat-lamat ikut mengamati    Bahkan rintik hujan di jendala turut ingin menemani Hingga isi kepala menertawakan diri   Malam semakin sunyi Entah menit keberapa Layar persegi empat itu berbunyi Mata tak kuasa menahan untuk tak melihat Menunjukkan deretan angka bulat tak bersudut Namun yang diharapkan tak lagi muncul Kabar darinya resmi tak terkirim Sejak malam itu…..   Ah, aku semakin benci dengan harapan Termasuk berharap kepadamu                  ...

Sendu

Ku sampaikan pada rindu Yang kini tengah berlabuh Di sela tangis dan doa’aku   Pelan-pelan merintih menyebut namanya Malu-malu membayangkan dirinya   Berhentilah untuk datang ! Karna mungkin aku tak lagi senggang Dan hatiku bukan tempat dia pulang