Langsung ke konten utama

Merayakan Kegagalan


Kata gagal sudah tidak asing di telinga kita. Sebuah kata yang sangat dihindari dan ditakuti keberadaannya. Berbagai kata yang sejenis mungkin digunakan untuk menutupi kata gagal itu sendiri. Bagaimana tidak, mengakuinya saja terkadang membuat seseorang merasa kalah dan lemah. Merasa jatuh dan tidak mampu berdiri lagi. Padahal gagal dengan menyerah merupakan dua kata dengan makna yang berbeda. Hari ini aku merayakan kegagalanku. Ya, kini aku merayakannya, dengan sedikit suka cita dan  penuh kekecewaan. Wajar bukan?

Beberapa hari lalu aku mendengar podcast Rintik Sedu yang berjudul “sekotak roti dan kegagalannya”. Setelah mendengar itu aku sadar, bahwa kita sudah gagal, namun tidak berani mengakuinya. Bahkan seorang tokoh publik pun pernah gagal, apalagi aku yang baru memulai perjalanan. Biar kuceritakan terlebih dahulu kegagalan yang baru saja kualami. Tepat 11 hari yang lalu, aku gagal mewujudkan rencanaku untuk wisuda bulan November besok. Jangan tanya bagaimana rasa kecewaku. Hampir di setiap pagi aku slalu berharap aku bangun dan itu semua hanya mimpi. Beberapa hari kemudian aku sadar, bahwa ini bukan kegagalan pertamaku. Ada banyak kegagalan di belakang yang bahkan tidak pernah sekalipun kuakui. Bahwa kegagalan bukan akhir dari segalanya. Kita bisa membangun semua dari awal lagi. Memang sulit, belum tentu juga akan berhasil, bisa jadi kegagalan kedua menanti di depan. Selalu ingat untuk fokus kepada proses daripada hasil, meskipun yang orang lain lihat adalah hasil. Biar kita sendiri yang tahu seruwet apa prosesnya, sesulit apa ujiannya, dan biar kita sendiri yang merayakannya. Merayakan segala hal yang terjadi dalam hidup. Merayakan setiap emosi dengan tetap merasakannya tanpa mengutuknya dan berpura-pura. Tetap merayakannya meski terasa pahit dan penuh air mata. Bahwa kegagalan seperti segelas ocha yang hambar namun tetap kuminum. Perjalananku memang baru sampai sini, belum masuk start mungkin. Semoga kita selalu diberikan kemudahan, kekuatan dan keberkahan dalam setiap langkah. 


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melihatmu

Wahai dirimu, pria tak dikenal   Di kesekian perjalananku Di kesekian pertemuanku Di kesekian pijakanku   Melihatmu dari letak yang tak terlihat Melihatmu dari letak yang tak pernah kau jamah Melihatmu dari letak yang tak kau anggap Melihatmu dari letak yang begitu jauh Melihatmu dari jarak terbaik yang kubisa Melihatmu dari berbagai kemungkinan dan kebetulan Melihatmu dengan kedipan mata yang begitu cepat  Melihatmu dengan ujung mataku yang sendu        Kembali kuciptakan berbagai kebetulan Mencoba menjumpai beberapa skenario yang mungkin terjadi dan menyiapkan waktu terbaik untuk bertemu denganmu   Yang bisa kulakukan hanya   Melihatmu, Menyaksikan perasaan ini lahir Merasakan setiap detaknya Memvalidasi keberadaan perasaan ini dan merayakannya sendirian                            Sampai jumpa lagi di keti...

Kepergian

Beberapa hal harus pergi lebih cepat Menyisakan kesedihan Menyisakan kesesakan Menyisakan kepedihan Menyisakan helaan napas yang begitu panjang Bahkan Di sisa terakhir bulan ini Kebahagiaan masih menepi, tak mau hinggap Jatuh, bersama langit Kata-kata itu telah habis Seiring jalannya waktu yang mau berhenti sejenak Beberapa hal Di pilih untuk pergi lebih dulu