Langsung ke konten utama

Merah Yang Tak Sepenuhnya Marah


31 Agustus 2023

Hari ini hari terakhir di bulan Agustus, tepat empat bulan sebelum 2024. Jangan tanya tentang baik-baik saja, tidak ada yang baik-baik saja di dunia ini. Beberapa harapanku terkubur membuka harapan baru, semoga lebih baik. Bulan ini penuh lika-liku, berbagai emosi mungkin sudah kurasakan. Rasanya masih sama, penuh kebingungan. Tentang marah yang kemarin, kini aku sudah tidak marah, belum pula sepenuhnya ikhlas, semoga tuhan melancarkan keikhlasanku. Beberapa planning yang kusiapkan di bulan ini memang tidak terjalankan semua, namun aku masih besyukur karna sebagiannya tercapai. Entah rencana apa yang Tuhan siapkan untukku di depan. Bulan ini merah namun tidak semuanya penuh marah. Masih ada rasa bahagia dan bersyukur yang hadir terus menerus. Satu hal yang pasti, dunia akan tetap baik-baik saja selama masih ada ibu. Berulang kali aku bersyukur dan berterimakasih pada tuhan karna ada ibu. Kumohon wahai tangis jangan turun dulu, di akhir bulan ini. Rencana akhir yang tidak sempat berjalan semoga berjalan di bulan berikutnya. Benar memang, ada banyak hal yang harus di gapapain, karena semakin dipikirkan itu hanya menambah marah. Terimakasih Agustus, semoga bulan berikutnya bisa lebih banyak hal baik yang datang.



 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merayakan Kegagalan

Kata gagal sudah tidak asing di telinga kita. Sebuah kata yang sangat dihindari dan ditakuti keberadaannya. Berbagai kata yang sejenis mungkin digunakan untuk menutupi kata gagal itu sendiri. Bagaimana tidak, mengakuinya saja terkadang membuat seseorang merasa kalah dan lemah. Merasa jatuh dan tidak mampu berdiri lagi. Padahal gagal dengan menyerah merupakan dua kata dengan makna yang berbeda. Hari ini aku merayakan kegagalanku. Ya, kini aku merayakannya, dengan sedikit suka cita dan  penuh kekecewaan. Wajar bukan? Beberapa hari lalu aku mendengar podcast Rintik Sedu yang berjudul “sekotak roti dan kegagalannya”. Setelah mendengar itu aku sadar, bahwa kita sudah gagal, namun tidak berani mengakuinya. Bahkan seorang tokoh publik pun pernah gagal, apalagi aku yang baru memulai perjalanan. Biar kuceritakan terlebih dahulu kegagalan yang baru saja kualami. Tepat 11 hari yang lalu, aku gagal mewujudkan rencanaku untuk wisuda bulan November besok. Jangan tanya bagaimana rasa kecewaku. Ha...

Melihatmu

Wahai dirimu, pria tak dikenal   Di kesekian perjalananku Di kesekian pertemuanku Di kesekian pijakanku   Melihatmu dari letak yang tak terlihat Melihatmu dari letak yang tak pernah kau jamah Melihatmu dari letak yang tak kau anggap Melihatmu dari letak yang begitu jauh Melihatmu dari jarak terbaik yang kubisa Melihatmu dari berbagai kemungkinan dan kebetulan Melihatmu dengan kedipan mata yang begitu cepat  Melihatmu dengan ujung mataku yang sendu        Kembali kuciptakan berbagai kebetulan Mencoba menjumpai beberapa skenario yang mungkin terjadi dan menyiapkan waktu terbaik untuk bertemu denganmu   Yang bisa kulakukan hanya   Melihatmu, Menyaksikan perasaan ini lahir Merasakan setiap detaknya Memvalidasi keberadaan perasaan ini dan merayakannya sendirian                            Sampai jumpa lagi di keti...

Kepergian

Beberapa hal harus pergi lebih cepat Menyisakan kesedihan Menyisakan kesesakan Menyisakan kepedihan Menyisakan helaan napas yang begitu panjang Bahkan Di sisa terakhir bulan ini Kebahagiaan masih menepi, tak mau hinggap Jatuh, bersama langit Kata-kata itu telah habis Seiring jalannya waktu yang mau berhenti sejenak Beberapa hal Di pilih untuk pergi lebih dulu